Sabtu, 19 Oktober 2013

FF/SOME TENABLES/TWOSHOOT/ROMANCE



FF/SOME TENABLES/TWOSHOOT/ROMANCE [1/2]
TITTLE                                   : SOME TENABLES [1/2]
AUTHOR                              : T.S.A / @noninodi
MAIN CAST                         : -LEE YOUNGIN (OC)
           -KIM MYUNGSOO
           -WU YIFAN (KRIS)
SUPPORTED CAST            :   -JUNG SOOJUNG (KRYSTAL)
         -CHOI JINRI
LENGTH                                : TWOSHOOT
GENRE                                  : ROMANCE




HAPPY SUNDAY EVERYBODY.... (WAKE UP-WAKE UP) *nyanyiEVERYBODY !!!! well, author super ketjeh balik lagi di hari minggu yang cerah agak mendung ini xD gw bawa ff CIPTAAN OTAK ALAY GW nih :D ada yang nunggu? aada yang nunggu??? kekek kalo gak ada juga ga papa.

well, ff ini adalah ff tergalau yang pernah gw buat selama 17th hidup gw . gimana enggak coba. gw bingung sendiri mau kasih ending kek gimana TT^TT. saking bingungnya nih gw cari pelarian sana sini :( yah jadi ff ini adalah ff yang murni gw tulis sendiri selama 2 bulan lebih, keinspirasi dari MVnya Secret - Yoohoo :D jadi gw ingetin lagi ini ff punya gw, alur, cerita, casting juga punya gw, dan otak gw itu punya-Nya Tuhan. #NoBash #NoProtes well langsung aja dilahap :) Happy Reading :* 


NP : siapkan 1 bungkus kresek sebeluj mutah abis baca ff gw. sakit belanjut, hubungi dokter xD typo bersebaran :) special posted to @YuyunOfficial @Irpha_RA @Ratih_RS


>>>> 

“KEBENARAN tak akan pernah menjadi benar selama kau tak pernah menganggapnya benar.”

>>>> 
Youngin POV
Tes.Dan akhirnya buliran bening ini tak dapat kupertahankan lagi.Pilu.Sangat pilu merasakan getaran hebat ini ketika sekelebat bayangan semu di hadapanku tak dapat kuhindari.
Begitu perih rasanya merutuki sesuatu yang tak seharusnya kumiliki. Untuk apa aku membiarkan diriku menderita seperti ini? demi siapa aku membiarkan lubangan luka ini?
Kualihkan pandanganku dari bayangan 2 orang yang saling menatap penuh kebahagiaan di hadapanku.Terlalu bodoh jika aku terus memperhatikan pergerakan mereka yang membuatku merasakan lagi kepedihan ini.cukupYoungin. Memang tak seharusnya kau ada di sini.
Youngin-ah!” sapa seseorang di belakangku. Membuatku secara spontan menghapus spot bening yang mengaliri pipiku.
“ne?” balasku berbalik memperhatikannya. Membuat mataku lagi-lagi harus menatap bayangan 2 orang brengsek yang masih tertangkap oleh radius penglihatanku.
“non gwanchanayo?” tanya Kris mulai khawatir.
“mwo?”
“apa kau baik-baik saja? Kau tidak menangis bukan?”
“ah, ani. Mataku hanya sedikit berair.Mungkin karena aku terlalu lelah.”Sangkalku memijit tulang hidungku.
“maaf karena telah membuatmu menunggu.” Ia menduduki bangku kosong tepat di hadapanku yang sedikit dapat menghalau pandanganku dari keberadaan mereka berdua.
“nan gwanchana. Kau tak perlu merasa bersalah.”
“tak seharusnya aku membiarkan seorang gadis cantik menunggu pada kencan pertama ini. jongmal mianhae Youngin-ah!”
“mwo?” aku sedikit terlonjak dengan ucapannya. “kencan pertama?” ulangku.
“aigo. Jangan katakan kau menganggap makan malam ini hanya sekedar makan malam biasa.Ayolah Youngin kau tahu aku telah menyukaimu sedari dulu. Butuh puluhan kali ajakan dengan puluhan kali pula penolakanmu dan ratusan cara agar kau mau menerima tawaranku ini. dan kau menganggap ini hanya sekedar makan malam biasa? Sungguh kau tak dapat dimaafkan.”Ujarnya.
Aku hanya menunduk merasa bersalah.Aku tahu tak sepantasnya seorang Wu Yifan kuperlakukan seperti ini.Terus mengabaikannya yang jelas-jelas begitu peduli padaku. Terus berpura-pura tak melihatnya yang jelas-jelas selalu ada di sisiku. Terus tak mendengarnya yang jelas-jelas selalu berkutat di sekitarku. Aku tahu aku bodoh karena memperlakukannya seperti itu.
Namun entah mengapa hatiku terlalu kaku untuk menerima cinta baru.Hatiku terlalu berat untuk bergerak dan tak teringat lagi pada wajah dingin itu.mataku terlalu rapuh untuk melepas bayang-bayang di sebrang meja sana yang telah bertemu dengan tambatan hati baru dari pita memoriku. Satu hal yang dapat aku katakan.Aku belum bisa memalingkan hatiku pada siapapun juga sekalipun pada namja sempurna seperti wajah tampan di hadapanku.
“ck… tenanglah. Aku hanya bercanda.”Imbuhnya tertawa kecil.Kepalaku menegak.Menatapnya dalam penuh harap. “oppa, benarkah kau menyukaiku?” tanyaku sedikit bergetar.
“mwo?” ulangnya sedikit tak percaya. Bibirnya tertarik. Memperlihatkan secuil senyuman mempesonanya yang dapat meluluh lantahkan hati para gadis diluar sana yang akan menjerit histeris setiap melihatnya.
“wae? mengapa kau menanyakan ini? mungkinkah kau telah tergerak dan mulai membuka hatimu padaku?” tanyanya masih mempertahankan senyumannya.
“aku… aku hanya ingin tahu apa kau memang menyukaiku? Kau bahkan baru mengenalku.”
“apakah5 bulan terlalu singkat untuk mengenalmu? Apakah 5 bulan hanya 5 bulan biasa tanpa suatu arti apa-apa bagimu,Lee Youngin?Haruskah aku menahan lebih lama lagi perasaanku?”
ani. bukan itu maksudku…” ia mendekap hangat tanganku. Membuatku secara otomatis menghentikan sanggahanku.
“percayakah kau tentang cinta pada pandangan pertama? Menyukai seseorang pada pertama kali melihatnya?tak dapat melupakan wajahnya hanya pada pandangan pertama? Atau mungkin sesuatu telah menggerakkanmu karena melihat tangis maupun tawanya?
“itulah yang aku rasakan padamu. aku menyukaimu jauh sebelum aku mengenalmu. Dan semakin aku mengenal siapa dirimu, aku tak dapat menahan perasaanku untuk berhenti menyukaimu.Nan jongmal joahae yongin-ah!” ujarnya serius.Aku hanya terdiam tak dapat melayangkan tolakan pengakuannya seperti biasanya.Aku tak mampu berkata apapun juga sekalipun untuk melanjutkan sanggahanku.
“setiap orang memiliki titik jenuh yang tak dapat mereka hindari. Begitupun denganku yang dapat jenuh karena terlalu lama menunggumu.Jadi aku harap sebelum titik jenuh itu datang, kau mau membuka dirimu untukku.”Jelasnya kian mempererat genggamannya.Ia membalik telapak tanganku dan menaruh sesuatu pada tanganku.
Deg. Lagi-lagi pukulan kasar mengahantam jantungku.Degupan keras muncul merombak pertahananku.Dan buliran bening ini terlalu berat untuk masih bergelantungan di pelupuk mataku.Namun aku sungguh tak ingin memperlihatkan kelemahanku pada namja di hadapanku ini.
“apa ini?” tanyaku bergetar.
“gantungan  yang kutemukan pada saat aku pertama kali melihatmu menangis membuang benda ini. aku tak tahu pasti benda seperti apakah ini hingga dapat membuatmu menangis. Aku juga tak bermaksud membuatmu mengingat kebencianmu pada benda ini.aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku telah memperhatikanmu jauh sebelum kau menjadi adik kelasku.”
Aku terdiam, terus memperhatikan gantungan boneka kayu di genggamanku.Gantungan kayu yang telah lama kusingkirkan bersamaan dengan sulaman luka di hatiku.sebuah hadiah pertama yang ia berikan padaku. suatu benda yang telah mengikatku dengannya selama hubungan tak sehatku berjalan. Yang telah berhasil kusingkirkan meskipun kikisan kenangannya tak dapat seutuhnya kulenyapkan.
“oppa, tak lelahkah kau mencintaiku seperti ini? ada banyak gadis di luar sana yang begitu mengharapakan kebaikanmu ini. untuk apa kau menderita demi orang sepertiku?” isakku masih tertunduk menyembunyikan buliran-buliran air mataku.
Kris beranjak.Meninggalkan tempat duduknya dan bersimpuh dihadapanku.Mengusap perlahan pipiku yang membasah karena luapan air mataku.Ia tersenyum, “jangan pernah tanyakan selelah apa hatiku mencintaimu seperti ini. di sini, begitu lelah dan menyesakkan untuk dijelaskan.” Ujarnya menunjuk dadanya.
“Tapi menjadi seorang namja yang dapat mengusap air matamu adalah sebuah kebahagian yang dapat mengusir seluruh kepenatan hatiku. Jadi biarkanlah diriku tetap seperti ini.kumohon cukup aku saja yang menjadi pelabuhan hatimu. Datanglah padaku ketika kau lelah dan ingin menitikkan air matamu itu.”
Aku tertenggun dalam hanyutan setiap kalimatnya.Aku terhanyut dalam keteduhan tatapan matanya.Aku terhanyut dalam sikap manisnya.Sungguh betapa bodohnya aku yang menyia-nyiakan namja sebaik dan setulus dia. Dan justru masih saja terperangkap dalam lingkaran memori seseorang yang telah menorehkan luka di hatiku yang begitu dalam.
 “berikan aku sedikit waktu untuk bernafas sesaat. Semua ini terlalu sulit untuk kutafsirkan.Biarkan aku tenang dan lebih merasakan bagaimana hatiku menjelaskan ketulusanmu itu.”
>>> 
6 bulan.Tepat 6 bulan telah berganti setelah kuputuskan hubunganku dengannya.6 bulan sudah aku berusaha keras untuk berdiri tanpa sanggahannya.6 bulan aku terus menghindarinya. Namun semuanya berakhir begitu saja ketika aku harus melihatnya bersama gadis lain di tempat itu. dan akhirnya aku sadar tepat 6 bulan pula aku masih terlilit kenangannya.
Kim Myungsoo. Itulah namanya.Namja tampan yang telah membutku menjadi gadis terbodoh di dunia ini.seorang namja yang telah berhasil mengikis perlahan pertahananku. Namja dingin yang kerap kalimeleburkan hatiku, tiap kuingat betapa manisnya ia dulu. Seorang namja yang kurutuk karena telah membiarkan diriku tetap terluka karenanya.
“karma itu ada! Karena darah selalu dibayar dengan darah.”
Bisikan itu lagi-lagi mendengung berngiang di telingaku.suara dingin itu lagi-lagi menyusup pertahananku dan mencoba membuyarkan keyakinanku. Aku membenci sumpah gadis yang telah mengutuk hubunganku itu.
Ya, seorang gadis memang telah mengutuk hubunganku dengannya. Menyumpahiku karena anggapan satu sudut pandangnya.Yang berasumsi bahwa hubunganku dengan Myungsoo adalah sebuah penghianatan dari sebuah persahabatan. Apapun yang aku jelaskan, bagaimanapun juga aku mengatakan padanya, tak pernah sekalipun ia mau mendengar dan memahami bagaimana keadaanku saat itu.
 “yongin-ah!” seru seseorang di balik punggungku. Membuatku sedikit tersentak dari lamunanku di coffe shop ini.
Aku menoleh. Kutangkap raut kegembiraan di wajah gadis manis bermata bulat yang kurindu.
“Youngin-ah!” panggilnya lagi berhambur memelukku. “nan neomu boghosipo!” ujarnya masih mendekapku.
“nado. Nan jongmal bogoshiposo, Jinri-ah!” balasku melepaskan pelukannya.
“mwo? Bogoshipo?Bagaimana kau mengenal kata itu setelah menghilang begitu saja?Eoh? Teman macam apa kau itu? Pergi tanpa pamit.Menghilang tanpa kabar.” rutuknya memukulku.
Aku hanya tertawa tak membalas ucapannya.Menutupi bongkahan perasaanku yang telah lama menghilang.Aku telah lama melenyap sejak pelepasan siswa SMA Daehan.Membiarkan diriku terhapuskan oleh kawan-kawan lamaku. Perlahan menghapuskan diri sebelum mereka yang akan menghapusku nantinya.
“apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku masih menggenggam tangannya.
“aku menghadiri costplay di dekat sini. Lalu kau sendiri apa yang kau lakukan di sini?”
bukan sesuatu yang serius, aku hanya berteduh berteduh sejenak.
“oh. Ck… Keurom, katakan padaku, apakah kau benar-benar masuk Seoul University hingga tak mau berbagi cerita denganku?Eoh?” sindirnya.
Aku menggeleng dan tersenyum, “ani.Sekarang aku bagian dari mahasiswi fakultas Politik, Hukum dan Hubungan Internasionaldi YoungNam University.”
“jinjayo? Aku fikir kau akan menjadi mahasiswi Sastra Klasik Korea.”Ujarnya sedikit menyesal. Aku hanya tersenyum melihat kepolosannya,
“tapi tunggu, YoungNam University katamu? Ya, benarkah kau bersekolah di Universitas dengan kuantitas namja-namja tampan yang berlebihan di sana? jongmalhaeyo? Aigo, bukankah Kang sunbae-nim juga melanjutkan studinya si Universitas itu?ah, aku sangat iri padamu.”
“ck… kau tidak berubah sama sekali. Mengapa hanya namja tampan di otakmu Choi Jinri? Sampai kapan kau akan hidup seperti ini? eoh?”
“mungkin jika spesies namja tampan di dunia ini hanyalah tinggal ayahku seorang.” Aku tertawa geli. “lalu bagaimana denganmu?” tanyaku kemudian.
“ah ya, Aku sungguh beruntung satu Universitas dengan sunbae tertampan ke-2 setelah Kang sunbaenim. Kau tahukan siapa maksudku?” alisku terangkat mencoba mengurutkan namja ke-dua yang ia anggap sebagai namja tertampan setelah kang sunbae-nim.
“ck, Kim sunbae-nim.”ingatnya, “sepertinya aku tak akan berpaling lagi darinya kecuali jika Kim Bum Oppa mau melamarku haha... Aku harus berterima kasih pada Rektor DongKuk University yang telah mau menerimaku.”
Dongkuk University? Semua serasa merapuh begitu namaUniversitas itu terdengar oleh telingaku. lagi-lagi bayangan wajahnya terpapar jelas dihadapanku. Bukankah orang itu juga bagian dari ribuan mahasiswa Dongkuk University?
“benarkah?” imbuhku. “lalu, bagaimana dengan…” tanyaku sejenak menghentikan nama seseorang sebelum pada akhirnya aku menyebutkan namanya lagi, “bagaimana dengan Krystal?” ulangku menguatkan pertanyaanku. Terlalu berat rasanya untuk menyebut namanya kembali setelah scandal itu tejadi.
“kau mencariku?” suara dingin serasa berhembus menerjang daun telingaku. sesosok gadis cantik bermata tajam berjalan perlahan menghampiriku dengan Jinri yang masih melepaskan kerinduan kami.
Seketika ruangan ini terasa begitu dingin.Begitu dingin melebihi kedinginan di puncak musim dingin.Lebih dingin dari tumpukan buliran salju abadi.Dan semuanya berubah menjadi dingin hanya karena ketajaman tatapan dan bisikan sadis gadis itu.
“oraeganmaniyeyo, Youngin-ah!” sapanya lagi. Deg. Seketika jantungku serasa tersengat listrik bertegangan tinggi begitu senyuman sinis dan tatapan tajam itu ia arahkan kepadaku.
 “aigo… mengapa tiba-tiba aku merasakan aura kelam?Bagaimana dengan kalian?” tengah Jinrimengibas-ibaskan tangannya.Berusaha memisahkan tautan pandangan kami yang saling beradu mempertahankan kebenaran kami di masa lalu.
“ya! Jung Soojung! tak bisakah kau memperhalus sapaanmu itu pada teman lama kita? Jangan terlalu keras kepadanya!”Imbuhnya.
“Youngin-ah!Bagaimana proyek novelmu?Apakah kau berencana membuat sekuel atau cerita baru?Aku sungguh ingin membaca novel terbarumu.”Ujar Jinri mengalihkan topic pembicaraan.
Aku berpaling.Menatapnya tenang yang masih saja terlihat sumringah seperti biasanya. “ah, ne. aku belum memiliki ide baru. Lagi pula belakangan ini ayahku terus meminta bantuanku untuk mengurusi rumah singgah barunya.” jawabku menyesal.
“benarkah seorang Lee Youngin kehabisan idenya? Bukankah mengarang sebuah cerita adalah kelebihanmu?Bagaimana dengan cerita lamamu?Dan Kemana alibi-alibimu yang dulu?” cibir Krystal tetap mendikteku dengan tatapan tajamnya.
 “mengapa kau tak mengangkat scandal kita menjadi sebuah cerita mello-drama?” bukanya menatapku tajam.
membuat kisah seorang gadis yang menghianati sahabatnya sendiri dengan mengencani namja yang begitu dicintai oleh sahabat gadis itu! dan dengan bodohnya gadis brengsek itu tak pernah mau dipersalahkan atas kehancuran hubungan persahabatan mereka. bukankah ini cukup menarik?” imbuhnya.
“Krystal-ah!”Jinri mulai tak sabar dengan kelancangan Krystal yang lagi-lagi mengungkit masa lalu kami yang telah kutup rapat-rapat.
 “ah, ini mungkin akan sedikit rumit ketika kau ingin menentukan siapakah tokoh antagonis dalam cerita itu. mungkin saja itu Jinri, Myungsoo, aku  atau…” ia menghentikan ucapannya. “atau kau sendiri Lee Youngin.” Tandasnya menekankan namaku.
“Krystal-ah!” tegur Jinri lagi lebihmenaikkan suaranya menengahi kami.
“jangan pernah lagi muncul dihadapanku!” teriaknya mengabaikanku.
“kumohon dengarkan penjelasanku. Ini semua tak seperti dugaanmu.”
“lalu seperti apa lagi? Bukankah semuanya sudah jelas?Kau tahu aku menyukainya dan kau merebutnya dariku begitu saja. Lalu alibi apa lagi yang ingin kau buat?”
“dengarkan aku!”
“kau yang seharusnya mendengarkanku!” teriakknya kian meninggikan suaranya. “pernahkah kau berfikir bagaimana perasaanku? Pernahkah kau berfikir bagaimana diriku setelah kau hianati? Dan apa pernah kau menganggapku sebagai sahabatmu? Kau telah mengotori persahabatan kita Lee Youngin.Aku membencimu.Jangan lagi muncul di hadapanku!”Usirnya.
“dengarkan aku!” bentakku mengatur nafas, “tak pernah sekalipun aku berniat menghianatimu. Tak pernah sekalipun kau terluput dari ingtanku.Dan tak pernah sekalipun ada opini bahwa kau bukan sahabatku.
Aku menyayangimu dan juga dia. jauh lebih lama daripada kau menyukainya. Aku hanya tak ingin membuat kesalahan dengan menyebutnya sebagai orang yang kusukai ditengah kebahagiaanmu menyukainya. Dan ketika ia tulus mencintaku, haruskah aku membuatnya dan diriku terluka hanya untuk satu hati yang tak mengetahui apa-apa? Berhentilah berfikir egois dan menyebutku sebagai penghianat.”Jelasku berkaca-kaca.
Ia terdiam, lalu memalingkan pandangannya. “itu bukan alasan kau dapat leluasa melakukan ini padaku. jika kau tak ingin mengungkitnya disaat aku menyukainya, untuk apa kau menerimanya ketika aku benar-benar gila karenanya?”
“bukan itu maksudku…”
“karma itu ada! Karena darah selalu dibayar dengan darah.Apa yang telah kau lakukan, itu pula yang akan kau terima nantinya. berhentilah bersikap naïf dan berhenti membuat dirimu seolah-olah terlihat tak bersalah.
Aku berkedip perlahan.Begitu perlahan untuk mengatur ritme emosiku setelah bayangan pertengkaran itu merasuki alam sadarku.Sudah cukup aku menjadi gadis bodoh di masa lalu. Tak kan kubiarkan diriku semakin bodoh hanya karena pancingan pedasnya.
Clep. Tanganku menghangat seketika. Seseorang menggenggam telapak tanganku dan menenangkan kegugupanku. Entah perasaan damai apakah ini yang membuatku begitu nyaman berada di genggaman tangannya. Seolah serpihan damaiku tlah kembali kutemukan.
Aku menoleh. Menitih pandang, siapakah yang telah menggenggam tanganku tanpa ijin. Yang telah menyelamatkanku dari semua kegugupan. Korneaku membualat tak percaya. Bahwa ia telah berada di sampingku dan menenangkanku dengan genggaman hangat tangannya.




---TBC---






gimana udah selesei bacanya? eneg.in yah? gw juga gitu =,=. hayo tebak itu endingnya si youngin sama sapa??? tus yang ngegandeng si youngin itu juga sapa??? yang mau youngin sama kis silahkan aja langsung transfe pulsa ke nomor gw, kalo yang mau youngin ama myungsoo, silahkan timpukin gw pake uang segepok kalo ketemu... ekekke xD 
thanks to reading! and have a nice sunday :* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar