FF/SOME TENABLES/TWOSHOOT/ROMANCE [1/2]
TITTLE : SOME TENABLES [1/2]
AUTHOR : T.S.A / @noninodi
MAIN CAST : -LEE YOUNGIN (OC)
-KIM MYUNGSOO
-WU YIFAN (KRIS)
SUPPORTED CAST : -JUNG SOOJUNG (KRYSTAL)
-CHOI JINRI
LENGTH : TWOSHOOT
GENRE : ROMANCE
HAPPY SUNDAY EVERYBODY.... (WAKE UP-WAKE UP) *nyanyiEVERYBODY !!!! well, author super ketjeh balik lagi di hari minggu yang cerah agak mendung ini xD gw bawa ff CIPTAAN OTAK ALAY GW nih :D ada yang nunggu? aada yang nunggu??? kekek kalo gak ada juga ga papa.
well, ff ini adalah ff tergalau yang pernah gw buat selama 17th hidup gw . gimana enggak coba. gw bingung sendiri mau kasih ending kek gimana TT^TT. saking bingungnya nih gw cari pelarian sana sini :( yah jadi ff ini adalah ff yang murni gw tulis sendiri selama 2 bulan lebih, keinspirasi dari MVnya Secret - Yoohoo :D jadi gw ingetin lagi ini ff punya gw, alur, cerita, casting juga punya gw, dan otak gw itu punya-Nya Tuhan. #NoBash #NoProtes well langsung aja dilahap :) Happy Reading :*
NP : siapkan 1 bungkus kresek sebeluj mutah abis baca ff gw. sakit belanjut, hubungi dokter xD typo bersebaran :) special posted to @YuyunOfficial @Irpha_RA @Ratih_RS
>>>>
“KEBENARAN tak akan pernah menjadi benar
selama kau tak pernah menganggapnya benar.”
>>>>
Youngin POV
Tes.Dan
akhirnya buliran bening ini tak dapat kupertahankan lagi.Pilu.Sangat pilu
merasakan getaran hebat ini ketika sekelebat bayangan semu di hadapanku tak
dapat kuhindari.
Begitu perih rasanya merutuki sesuatu yang tak
seharusnya kumiliki. Untuk apa aku membiarkan diriku menderita seperti ini?
demi siapa aku membiarkan lubangan luka ini?
Kualihkan
pandanganku dari bayangan 2 orang yang saling menatap penuh kebahagiaan di
hadapanku.Terlalu bodoh jika aku terus memperhatikan pergerakan mereka yang
membuatku merasakan lagi kepedihan
ini.cukupYoungin. Memang tak seharusnya kau ada di sini.
“Youngin-ah!” sapa seseorang di belakangku.
Membuatku secara spontan menghapus spot bening yang mengaliri pipiku.
“ne?” balasku
berbalik memperhatikannya. Membuat mataku lagi-lagi harus menatap bayangan 2
orang brengsek yang masih tertangkap oleh radius penglihatanku.
“non
gwanchanayo?” tanya Kris mulai khawatir.
“mwo?”
“apa kau
baik-baik saja? Kau tidak menangis bukan?”
“ah, ani.
Mataku hanya sedikit berair.Mungkin karena aku terlalu lelah.”Sangkalku memijit
tulang hidungku.
“maaf karena
telah membuatmu menunggu.” Ia menduduki bangku kosong tepat di hadapanku yang
sedikit dapat menghalau pandanganku dari keberadaan mereka berdua.
“nan gwanchana.
Kau tak perlu merasa bersalah.”
“tak seharusnya
aku membiarkan seorang gadis cantik menunggu pada kencan pertama ini. jongmal
mianhae Youngin-ah!”
“mwo?” aku
sedikit terlonjak dengan ucapannya. “kencan pertama?” ulangku.
“aigo. Jangan
katakan kau menganggap makan malam ini hanya sekedar makan malam biasa.Ayolah Youngin
kau tahu aku telah menyukaimu sedari dulu. Butuh puluhan kali ajakan dengan
puluhan kali pula penolakanmu dan ratusan cara agar kau mau menerima tawaranku
ini. dan kau menganggap ini hanya
sekedar makan malam biasa? Sungguh kau tak dapat dimaafkan.”Ujarnya.
Aku hanya
menunduk merasa bersalah.Aku tahu tak sepantasnya seorang Wu Yifan kuperlakukan
seperti ini.Terus mengabaikannya
yang jelas-jelas begitu peduli padaku. Terus berpura-pura tak melihatnya yang
jelas-jelas selalu ada di sisiku. Terus tak mendengarnya yang jelas-jelas
selalu berkutat di sekitarku. Aku tahu aku bodoh karena memperlakukannya
seperti itu.
Namun entah
mengapa hatiku terlalu kaku untuk menerima cinta baru.Hatiku terlalu berat
untuk bergerak dan tak teringat lagi pada wajah dingin itu.mataku terlalu rapuh
untuk melepas bayang-bayang di sebrang meja sana yang telah bertemu dengan
tambatan hati baru dari pita memoriku. Satu hal yang dapat aku katakan.Aku
belum bisa memalingkan hatiku pada siapapun juga sekalipun pada namja sempurna
seperti wajah tampan di hadapanku.
“ck… tenanglah.
Aku hanya bercanda.”Imbuhnya tertawa
kecil.Kepalaku menegak.Menatapnya dalam penuh harap. “oppa, benarkah kau
menyukaiku?” tanyaku sedikit bergetar.
“mwo?” ulangnya
sedikit tak percaya. Bibirnya tertarik. Memperlihatkan secuil senyuman
mempesonanya yang dapat meluluh lantahkan hati para gadis diluar sana yang akan
menjerit histeris setiap
melihatnya.
“wae? mengapa
kau menanyakan ini? mungkinkah kau telah tergerak dan mulai membuka hatimu
padaku?” tanyanya masih mempertahankan senyumannya.
“aku… aku hanya
ingin tahu apa kau memang menyukaiku? Kau bahkan baru mengenalku.”
“apakah5 bulan terlalu singkat untuk
mengenalmu? Apakah 5 bulan
hanya 5 bulan biasa tanpa
suatu arti apa-apa bagimu,Lee
Youngin?Haruskah aku menahan lebih lama lagi perasaanku?”
“ani. bukan itu maksudku…” ia mendekap
hangat tanganku. Membuatku secara otomatis menghentikan sanggahanku.
“percayakah kau
tentang cinta pada pandangan pertama? Menyukai seseorang pada pertama kali
melihatnya?tak dapat melupakan wajahnya hanya pada pandangan pertama? Atau
mungkin sesuatu telah menggerakkanmu karena melihat tangis maupun tawanya?
“itulah yang
aku rasakan padamu. aku menyukaimu jauh sebelum aku mengenalmu. Dan semakin aku
mengenal siapa dirimu, aku tak dapat menahan perasaanku untuk berhenti
menyukaimu.Nan jongmal joahae yongin-ah!” ujarnya serius.Aku hanya terdiam tak
dapat melayangkan tolakan pengakuannya seperti biasanya.Aku tak mampu berkata
apapun juga sekalipun untuk melanjutkan sanggahanku.
“setiap orang
memiliki titik jenuh yang tak dapat mereka hindari. Begitupun denganku yang
dapat jenuh karena terlalu lama menunggumu.Jadi aku harap sebelum titik jenuh
itu datang, kau mau membuka dirimu untukku.”Jelasnya kian mempererat
genggamannya.Ia membalik telapak tanganku dan menaruh sesuatu pada tanganku.
Deg. Lagi-lagi
pukulan kasar mengahantam jantungku.Degupan keras muncul merombak
pertahananku.Dan buliran bening ini terlalu berat untuk masih bergelantungan di
pelupuk mataku.Namun aku sungguh tak ingin memperlihatkan kelemahanku pada
namja di hadapanku ini.
“apa ini?”
tanyaku bergetar.
“gantungan yang kutemukan pada saat aku pertama kali
melihatmu menangis membuang benda ini. aku tak tahu pasti benda seperti apakah
ini hingga dapat membuatmu menangis. Aku juga tak bermaksud membuatmu mengingat
kebencianmu pada benda ini.aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku telah
memperhatikanmu jauh sebelum kau menjadi adik kelasku.”
Aku terdiam, terus memperhatikan gantungan
boneka kayu di genggamanku.Gantungan kayu yang telah lama kusingkirkan
bersamaan dengan sulaman luka di hatiku.sebuah hadiah pertama yang ia berikan
padaku. suatu benda yang telah mengikatku dengannya selama hubungan tak sehatku
berjalan. Yang telah berhasil kusingkirkan meskipun kikisan kenangannya tak
dapat seutuhnya kulenyapkan.
“oppa, tak
lelahkah kau mencintaiku seperti ini? ada banyak gadis di luar sana yang begitu
mengharapakan kebaikanmu ini. untuk apa kau menderita demi orang sepertiku?”
isakku masih tertunduk menyembunyikan buliran-buliran air mataku.
Kris
beranjak.Meninggalkan tempat duduknya dan bersimpuh dihadapanku.Mengusap
perlahan pipiku yang membasah karena luapan air mataku.Ia tersenyum, “jangan
pernah tanyakan selelah apa hatiku mencintaimu seperti ini. di sini, begitu lelah dan menyesakkan
untuk dijelaskan.” Ujarnya menunjuk dadanya.
“Tapi menjadi
seorang namja yang dapat mengusap air matamu adalah sebuah kebahagian yang
dapat mengusir seluruh kepenatan
hatiku. Jadi biarkanlah diriku tetap seperti ini.kumohon cukup aku saja
yang menjadi pelabuhan hatimu. Datanglah padaku ketika kau lelah dan ingin
menitikkan air matamu itu.”
Aku tertenggun
dalam hanyutan setiap kalimatnya.Aku terhanyut dalam keteduhan tatapan
matanya.Aku terhanyut dalam sikap manisnya.Sungguh betapa bodohnya aku yang
menyia-nyiakan namja sebaik dan setulus dia. Dan justru masih saja terperangkap
dalam lingkaran memori seseorang yang telah menorehkan luka di hatiku yang
begitu dalam.
“berikan aku sedikit waktu untuk bernafas
sesaat. Semua ini terlalu sulit untuk kutafsirkan.Biarkan aku tenang dan lebih
merasakan bagaimana hatiku menjelaskan ketulusanmu itu.”
>>>
6 bulan.Tepat 6
bulan telah berganti setelah kuputuskan hubunganku dengannya.6 bulan sudah aku
berusaha keras untuk berdiri tanpa sanggahannya.6 bulan aku terus
menghindarinya. Namun semuanya berakhir begitu saja ketika aku harus melihatnya
bersama gadis lain di tempat itu. dan akhirnya aku sadar tepat 6 bulan pula aku
masih terlilit kenangannya.
Kim Myungsoo.
Itulah namanya.Namja tampan yang telah membutku menjadi gadis terbodoh di dunia
ini.seorang namja yang telah berhasil mengikis perlahan pertahananku. Namja
dingin yang kerap kalimeleburkan hatiku, tiap kuingat betapa manisnya ia dulu.
Seorang namja yang kurutuk karena telah membiarkan diriku tetap terluka
karenanya.
“karma itu ada! Karena darah selalu dibayar
dengan darah.”
Bisikan itu lagi-lagi
mendengung berngiang di telingaku.suara dingin itu lagi-lagi menyusup
pertahananku dan mencoba membuyarkan keyakinanku. Aku membenci sumpah gadis
yang telah mengutuk hubunganku itu.
Ya, seorang gadis memang telah mengutuk
hubunganku dengannya. Menyumpahiku karena anggapan satu sudut pandangnya.Yang
berasumsi bahwa hubunganku dengan Myungsoo adalah sebuah penghianatan dari
sebuah persahabatan. Apapun yang aku jelaskan, bagaimanapun juga aku mengatakan
padanya, tak pernah sekalipun ia mau mendengar dan memahami bagaimana keadaanku
saat itu.
“yongin-ah!” seru seseorang di balik
punggungku. Membuatku sedikit tersentak dari lamunanku di coffe shop ini.
Aku menoleh.
Kutangkap raut kegembiraan di wajah gadis manis bermata bulat yang kurindu.
“Youngin-ah!”
panggilnya lagi berhambur memelukku. “nan neomu boghosipo!” ujarnya masih
mendekapku.
“nado. Nan
jongmal bogoshiposo, Jinri-ah!” balasku melepaskan pelukannya.
“mwo?
Bogoshipo?Bagaimana kau mengenal kata itu setelah menghilang begitu saja?Eoh?
Teman macam apa kau itu? Pergi tanpa pamit.Menghilang tanpa kabar.” rutuknya
memukulku.
Aku hanya
tertawa tak membalas ucapannya.Menutupi bongkahan perasaanku yang telah lama
menghilang.Aku telah lama melenyap sejak pelepasan siswa SMA Daehan.Membiarkan
diriku terhapuskan oleh kawan-kawan lamaku. Perlahan menghapuskan diri sebelum
mereka yang akan menghapusku nantinya.
“apa yang kau
lakukan di sini?” tanyaku masih menggenggam tangannya.
“aku menghadiri
costplay di dekat sini. Lalu kau sendiri apa yang kau lakukan di sini?”
“bukan sesuatu yang serius, aku hanya
berteduh berteduh sejenak.”
“oh. Ck…
Keurom, katakan padaku, apakah kau benar-benar masuk Seoul University hingga
tak mau berbagi cerita denganku?Eoh?” sindirnya.
Aku menggeleng
dan tersenyum, “ani.Sekarang aku bagian dari mahasiswi fakultas Politik, Hukum
dan Hubungan Internasionaldi YoungNam
University.”
“jinjayo? Aku
fikir kau akan menjadi mahasiswi Sastra Klasik Korea.”Ujarnya sedikit menyesal.
Aku hanya tersenyum melihat kepolosannya,
“tapi tunggu,
YoungNam University katamu? Ya, benarkah kau bersekolah di Universitas dengan
kuantitas namja-namja tampan yang berlebihan di sana? jongmalhaeyo? Aigo,
bukankah Kang sunbae-nim juga melanjutkan studinya si Universitas itu?ah, aku
sangat iri padamu.”
“ck… kau tidak
berubah sama sekali. Mengapa hanya namja tampan di otakmu Choi Jinri? Sampai
kapan kau akan hidup seperti ini? eoh?”
“mungkin jika
spesies namja tampan di dunia ini hanyalah tinggal ayahku seorang.” Aku tertawa
geli. “lalu bagaimana denganmu?” tanyaku kemudian.
“ah ya, Aku
sungguh beruntung satu Universitas dengan sunbae tertampan ke-2 setelah Kang
sunbaenim. Kau tahukan siapa maksudku?” alisku terangkat mencoba mengurutkan
namja ke-dua yang ia anggap sebagai namja tertampan setelah kang sunbae-nim.
“ck, Kim sunbae-nim.”ingatnya,
“sepertinya aku tak akan berpaling lagi darinya kecuali jika Kim Bum Oppa mau melamarku haha... Aku
harus berterima kasih pada Rektor DongKuk University yang telah mau
menerimaku.”
Dongkuk
University? Semua serasa merapuh begitu namaUniversitas itu terdengar oleh telingaku. lagi-lagi bayangan
wajahnya terpapar jelas dihadapanku. Bukankah orang itu juga bagian dari ribuan
mahasiswa Dongkuk University?
“benarkah?”
imbuhku. “lalu, bagaimana dengan…” tanyaku sejenak menghentikan nama seseorang
sebelum pada akhirnya aku menyebutkan namanya lagi, “bagaimana dengan Krystal?” ulangku menguatkan pertanyaanku.
Terlalu berat rasanya untuk menyebut namanya kembali setelah scandal itu
tejadi.
“kau
mencariku?” suara dingin serasa berhembus menerjang daun telingaku. sesosok
gadis cantik bermata tajam berjalan perlahan menghampiriku dengan Jinri yang
masih melepaskan kerinduan kami.
Seketika
ruangan ini terasa begitu dingin.Begitu dingin melebihi kedinginan di puncak
musim dingin.Lebih dingin dari tumpukan buliran salju abadi.Dan semuanya
berubah menjadi dingin hanya karena ketajaman tatapan dan bisikan sadis gadis
itu.
“oraeganmaniyeyo,
Youngin-ah!” sapanya lagi.
Deg. Seketika jantungku serasa tersengat listrik bertegangan tinggi begitu
senyuman sinis dan tatapan
tajam itu ia arahkan
kepadaku.
“aigo… mengapa tiba-tiba aku merasakan aura
kelam?Bagaimana dengan
kalian?” tengah Jinrimengibas-ibaskan
tangannya.Berusaha memisahkan tautan pandangan kami yang saling beradu
mempertahankan kebenaran kami di masa lalu.
“ya! Jung
Soojung! tak bisakah kau memperhalus sapaanmu itu pada teman lama kita? Jangan
terlalu keras kepadanya!”Imbuhnya.
“Youngin-ah!Bagaimana
proyek novelmu?Apakah kau berencana membuat sekuel atau cerita baru?Aku sungguh
ingin membaca novel terbarumu.”Ujar
Jinri mengalihkan topic pembicaraan.
Aku
berpaling.Menatapnya tenang yang masih saja terlihat sumringah seperti
biasanya. “ah, ne. aku belum memiliki ide baru. Lagi pula belakangan ini ayahku
terus meminta bantuanku untuk mengurusi rumah singgah barunya.” jawabku
menyesal.
“benarkah
seorang Lee Youngin kehabisan idenya? Bukankah mengarang sebuah cerita adalah
kelebihanmu?Bagaimana dengan cerita lamamu?Dan Kemana alibi-alibimu yang dulu?”
cibir Krystal tetap mendikteku dengan tatapan tajamnya.
“mengapa kau tak mengangkat scandal kita menjadi
sebuah cerita mello-drama?” bukanya
menatapku tajam.
“membuat kisah seorang gadis yang
menghianati sahabatnya sendiri dengan mengencani namja yang begitu dicintai
oleh sahabat gadis itu! dan dengan bodohnya gadis brengsek itu tak pernah mau
dipersalahkan atas kehancuran hubungan persahabatan mereka. bukankah ini cukup
menarik?” imbuhnya.
“Krystal-ah!”Jinri
mulai tak sabar dengan kelancangan Krystal yang lagi-lagi mengungkit masa lalu
kami yang telah kutup rapat-rapat.
“ah, ini mungkin akan sedikit rumit ketika kau
ingin menentukan siapakah tokoh antagonis dalam cerita itu. mungkin
saja itu Jinri, Myungsoo, aku atau…” ia
menghentikan ucapannya. “atau kau sendiri Lee Youngin.” Tandasnya menekankan
namaku.
“Krystal-ah!”
tegur Jinri lagi lebihmenaikkan
suaranya menengahi kami.
“jangan pernah lagi muncul dihadapanku!”
teriaknya mengabaikanku.
“kumohon dengarkan penjelasanku. Ini semua
tak seperti dugaanmu.”
“lalu seperti apa lagi? Bukankah semuanya
sudah jelas?Kau tahu aku menyukainya dan kau merebutnya dariku begitu saja.
Lalu alibi apa lagi yang ingin kau buat?”
“dengarkan
aku!”
“kau
yang seharusnya mendengarkanku!” teriakknya kian meninggikan suaranya. “pernahkah
kau berfikir bagaimana perasaanku? Pernahkah kau berfikir bagaimana diriku
setelah kau hianati? Dan apa pernah kau menganggapku sebagai sahabatmu? Kau
telah mengotori persahabatan kita Lee Youngin.Aku membencimu.Jangan lagi muncul
di hadapanku!”Usirnya.
“dengarkan aku!” bentakku mengatur nafas,
“tak pernah sekalipun aku berniat menghianatimu. Tak pernah sekalipun kau
terluput dari ingtanku.Dan tak pernah sekalipun ada opini bahwa kau bukan
sahabatku.
“Aku
menyayangimu dan juga dia. jauh lebih lama daripada kau menyukainya. Aku hanya
tak ingin membuat kesalahan dengan menyebutnya sebagai orang yang kusukai
ditengah kebahagiaanmu menyukainya. Dan ketika ia tulus mencintaku, haruskah
aku membuatnya dan diriku terluka hanya untuk satu hati yang tak
mengetahui apa-apa? Berhentilah berfikir egois dan menyebutku sebagai
penghianat.”Jelasku berkaca-kaca.
Ia terdiam, lalu memalingkan pandangannya.
“itu bukan alasan kau dapat leluasa melakukan ini padaku. jika kau tak ingin
mengungkitnya disaat aku menyukainya, untuk apa kau menerimanya ketika aku
benar-benar gila karenanya?”
“bukan itu maksudku…”
“karma itu ada! Karena darah selalu dibayar
dengan darah.Apa yang telah kau lakukan, itu pula yang akan kau
terima nantinya. berhentilah bersikap naïf dan berhenti membuat dirimu seolah-olah
terlihat tak bersalah.”
Aku berkedip
perlahan.Begitu perlahan untuk mengatur ritme emosiku setelah bayangan
pertengkaran itu merasuki alam sadarku.Sudah cukup aku menjadi gadis bodoh di
masa lalu. Tak kan kubiarkan diriku semakin bodoh hanya karena pancingan
pedasnya.
Clep. Tanganku menghangat seketika. Seseorang
menggenggam telapak tanganku dan menenangkan kegugupanku. Entah perasaan damai
apakah ini yang membuatku begitu nyaman berada di genggaman tangannya. Seolah
serpihan damaiku tlah kembali kutemukan.
Aku menoleh. Menitih pandang, siapakah yang telah
menggenggam tanganku tanpa ijin. Yang telah menyelamatkanku dari semua
kegugupan. Korneaku membualat tak percaya. Bahwa ia telah berada di sampingku
dan menenangkanku dengan genggaman hangat tangannya.
---TBC---
gimana udah selesei bacanya? eneg.in yah? gw juga gitu =,=. hayo tebak itu endingnya si youngin sama sapa??? tus yang ngegandeng si youngin itu juga sapa??? yang mau youngin sama kis silahkan aja langsung transfe pulsa ke nomor gw, kalo yang mau youngin ama myungsoo, silahkan timpukin gw pake uang segepok kalo ketemu... ekekke xD
thanks to reading! and have a nice sunday :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar